KATEGORI
  • Daerah
  • Hukum & Kriminal
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemerintah
  • Pendidikan
  • Politik
  • Teknologi
  • TNI/POLRI
  • Wisata
  • Orang Miskin Bertambah Di Bali, Maret 2026

    BY 28 Agu 2026 Dilihat: 46 kali

    Denpasar (KSBSatu) – Garis Kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhannya. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

    Pada periode Maret 2025–Maret 2026, Garis Kemiskinan Provinsi Bali, baik perkotaan dan perdesaan cenderung meningkat, begitu juga halnya dengan Garis Kemiskinan Makanan dan Garis kemiskinan Bukan Makanan.

    Menurut data BPS Provinsi Bali yang dilihat pada 24 Agustus 2026, Garis Kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp675.354,- per kapita per bulan. Dibandingkan kondisi September 2025, nilai tersebut naik sebesar 5,03 persen, sementara jika dibandingkan Maret 2025 terjadi kenaikan sebesar 11,11
    persen.

    Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis
    Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan kata BPS.

    Adapun besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada Maret 2026 sebesar 69,17 persen, sementara besaran sumbangan GKBM terhadap GK sebesar 30,83 persen sambung data BPS.

    Beberapa komoditas kembali menjadi komoditas yang memberikan sumbangan besar pada Garis Kemiskinan Maret 2026, seperti beras, rokok kretek filter, dan daging ayam ras, dan lain-lain. Pada Maret 2026, beras memberikan sumbangan  sebesar 21,74 persen di perkotaan dan 26,80 persen di perdesaan.

    Selain beras, terdapat komoditas rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, kue basah, roti, bawang merah, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), tongkol/tuna/cakalang, dan cabe rawit yang paling memengaruhi Garis Kemiskinan  di  perkotaan.

    Sedangkan di perdesaan, Garis Kemiskinan dipengaruhi oleh
    komoditas beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, roti, bawang merah, kue basah, cabe rawit, kopi bubuk dan kopi instan (sachet), serta tongkol/tuna cakalang.

    Pada komoditas bukan makanan, komoditas yang berpengaruh pada pembentukan Garis Kemiskinan di perkotaan pada Maret 2026 adalah perumahan, bensin, listrik, upacara agama atau adat lainnya, dan pendidikan.

    Sedangkan di perdesaan, komoditas bukan makanan yang berpengaruh pada pembentukan Garis Kemiskinan adalah perumahan, bensin, upacara agama atau adat lainnya, listrik, dan perlengkapan mandi. (KS-02)

    Bagikan ke

    Belum ada komentar untuk Orang Miskin Bertambah Di Bali, Maret 2026

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Berita Populer

    Berita Terkini

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of […]

    Feb 07, 2024

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of […]

    Feb 07, 2024

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of […]

    Feb 07, 2024

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with […]

    Feb 07, 2024

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with […]

    Feb 07, 2024

    DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA